
Liputan6.com, Jakarta – Produsen otomotif asal China, BYD, mengambil langkah strategis baru untuk menghadapi persaingan pasar dalam negeri yang semakin ketat. Perusahaan ini dikabarkan tengah mempersiapkan sub-brand terbaru bernama Linghui, yang akan difokuskan pada segmen pasar tertentu di industri otomotif China.
Informasi mengenai kehadiran Linghui terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan BYD kepada Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Dalam dokumen tersebut, tercantum logo Linghui beserta daftar model awal yang akan dipasarkan dengan identitas merek baru.
Langkah ini dinilai sebagai respons BYD terhadap persepsi sebagian konsumen yang selama ini mengaitkan merek tersebut dengan kendaraan operasional layanan ride-hailing dan armada taksi online. Beberapa model seperti BYD e5 dan e7 memang dikenal luas sebagai kendaraan favorit untuk transportasi berbasis aplikasi maupun jasa sewa.
Mengutip laporan CarNewsChina, tingginya jumlah kendaraan tersebut di jalanan membuat sebagian masyarakat mulai memandang BYD sebagai merek yang lebih bersifat fungsional atau “utilitarian”. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi daya tarik model-model BYD yang diposisikan untuk segmen menengah ke atas maupun konsumen pribadi.
Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, BYD mendaftarkan empat model awal di bawah sub-brand Linghui, yakni Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9. Keempat model ini sejatinya merupakan produk yang sudah ada, namun akan dipasarkan kembali dengan identitas dan penamaan yang berbeda.
Meski tetap menggunakan platform serta komponen dari lini BYD sebelumnya, model-model Linghui akan dikemas dengan pendekatan desain dan strategi pemasaran tersendiri. Dengan begitu, lini ini diharapkan dapat lebih mudah dibedakan dari merek utama BYD di mata konsumen.
Upaya Menjaga Citra Merek
Strategi serupa sebelumnya juga pernah diterapkan oleh produsen otomotif China lainnya, seperti Geely, melalui penggunaan sub-brand Maple untuk kendaraan layanan transportasi online. Langkah tersebut dinilai cukup efektif dalam menjaga citra merek utama agar tetap dipersepsikan sebagai brand yang lebih premium.
Melalui kehadiran Linghui, BYD berharap dapat mempertahankan reputasi merek utamanya sekaligus menjaga stabilitas permintaan kendaraan pribadi, di tengah persaingan industri otomotif domestik maupun global yang semakin kompetitif.
SUMBER. LIPUTAN6.COM









